KEKUASAAN

Max waber mengatakan kekuasaaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan-kemauannya sendiri, dengan skaligus menerapkannya terhadap tindakan-tindakan perlawanan orang-orang atau golongan tertentu.
Collins mendefinisikan kekuasaan seperti dinyatakan Weber, yakni kemampuan individu atau kelompok untuk mengintruksikan sesuatu pada pihak lain. Dalam konteks ini, kekuasaan yang dimaksud tidak hanya dalam konteks individu saja, tetapi juga masuk dalam lembaga atau organisasi. Collins menambahkan kekuasaan bersifat sangat halus, terutama ketika melihat bagaimana ia bekerja dan bagaimana ia gagal bekerja. Tidak ada orang mapan dengan kekuasaan yang sudah dipegang. Orang yang sangat berkuasa sekalipun harus terlibat dalam manipulasi sosial yang cukup kompleks. Ia harus melakukan sesuatu sesuai dengan hukum-hukum organisasi sosial. Ia harus melawan kelompok di bawah yang ingin menggeser kekuasaan itu.
Collins menyatakan bahwa ada 3 cara individu atau organisasi mempraktikkan kekuasaa, yaitu;
1. Dengan Uang
Uang bias menjadikan kekuasaan ketika kita memperkerjakan orang lain. Kita bias membayar mereka untuk bekerja dan kita juga bias mengancam mereka jika kualitas bekerja mereka kurang baik dengan ancaman dipecat. Banyak orang yang terkalahkan oleh uang. Menurut Collins kekuasaan ini memiliki kelemahan. Ia haya efektif dipraktikkan dalam kelompok kecil. Dalam kelompok besar, mengontrol dengan uang akan memenuhi banyak masalah.
1. Dengan Paksaan
Paksaan akan bias menjadi kekuasaan, sebab dilakukan dengan cara mengancam. Misalnya, kalau ada pihak yang melanggar aturan akan diancam dengan sangsi tertentu sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan pihak tersebut. Hanya saja, paksaan tidak terlepas dari beberapa kelemahan, karena semua orang tidak mau dipaksa. Sama dengan pemikiran Skinner bahwa seperti burung merpati, orang lebih suka mendapatkan kebebasan daripada hukuman.
1. Dengan Membangun Solidaritas
Dengan membangun solidaritas ini lebih efektif, sebab berhasil membuat individu-individu mersa bahwa pekerjaan merupakan bagian dari identitas mereka. Pekerjaan menyumbang pada sesuatu yang mereka percayai atau menyumbang beberapa kelompok yang mereka miliki. Untuk membangun solidaritas sosial bias lewt ritual sosial yang menciptakan perasaan identitas kelompok dan menghasilkan cita-cita yang orang hargai. Ritual sosial adalah penting yang membuat mereka mengidentifikasi dengan pekerjaan mereka dan dengan orang lain dalam organisasi. Kemudian, mereka mengambil tanggung jawab public untuk bertindak pada bagian organisasi.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian. Kekuasaan mencangkup kemampuan untuk memerintah (agar yang di perintah patuh) dan juga untuk memberi keputusan-keputusan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tindakan-tindakan pihak-pihak lain.
Secara umum ada dua bentuk kekuasaan:
1. Pertama kekuasaan pribadi, kekuasaan yang didapat dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar pengikut mengagumi, respek dan terikat pada pemimpin.
2. Kedua kekuasaan posisi, kekuasaan yang didapat dari wewenang formal organisasi. Kekuasaan berkaitan erat dengan pengaruh (influence) yaitu tindakan atau contoh tingkah laku yang menyebabkan perubahan sikap atau tingkah laku orang lain atau kelompok.
Kekuasaan mempunyai aneka macam bentuk dan bermacam-macam sumber. Hak milik kebendaan dan kedudukan adalah sumber kekuasaan contohnya; didesa seseorang yang mempunyai hak milik tanah yang banyak menguasai tanah didesa akan menjadi penguasa didalam desa tersebut. Birokrasi juga merupakan salah satu sumber kekuasaan disamping kemampuan khusus dalam bidang ilmu-ilmu pengetahuan yang tertentu ataupun atas dasar peraturan-peraturan hukum yang tertentu. Jadi, kekuasaan terdapat dimana-mana, dalam hubungan sosial maupun di dalam organisasi-organisasi sosial, contohnya: ketua karang taruna. Akan tetapi pada umumnya kekuasaan yang tertinggi berada pada organisasi yang dinamakan negara. Secara formal negara mempunyai hak untuk melaksanakan kekuasaan tertinggi kalau perlu dengan paksaan. Juga negaralah yang membagi-bagikan kekuasanan yang lebih rendah derajatnya.
Ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven, yaitu :
1. Kekuasaan menghargai (reward power)
Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan)
1. Kekuasaan memaksa (coercive power)
Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).
1. Kekuasaan sah (legitimate power)
Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.
1. Kekuasaan keahlian (expert power)
Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).
1. Kekuasaan rujukan (referent power)
Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain).
Cara-cara mempertahankan kekuasaan
Setiap penguasa yang telah memegang kekuasaan dalam masyarakat, demi setabilnya masyarakat tersebut, akan mempertahankannya, cara-cara atau usaha-usaha yang dapat dilakukanya adalah antara lain:
Penguasa mengubah peraturan terutama di bidang politik yang merugikan penguasa dan di gantikan dengan peraturan yang menguntukan penguasa tersebut. Mengadakan sistem kepercayaan yang dapat memperkokoh kedudukan penguasa misalnya kepercayaan agama, idiologi, dll. Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik. Mengadakan konsulidasi horisontal dan fertikal. Cara memperkuat kehidupan penguasa yaitu menguasi bidang kehidupan tertentu (dilakukan dengan damai atau persuasif). Menguasai kehidupan dengan paksaan atau kekerasan, bertujuan untuk mengancurkan pusat kekuasaan di bidang lain.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, sehingga orang lain berperilaku sebagaimana yang dikehendaki pemimpin tersebut. Asal mula timbulnya kepemimpinan merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebai hasil dinamika interaksi sosial. Saat seseorang atau beberapa orang yang melakukan peranan yang lebih aktif dan tampak lebih menonjol dari yang lainnya, maka ia dijadikan pemimpin. Kepemimpinan dibagi menjadi 2 yaitu;
1. Kepemimpinan resmi, yaitu kepemimoinan didalam suatu jabatan pelaksanaannya berada diatas landasan atau peraturan resmi keberhsilannya terletak pada tujuan dan hasil pelaksanaannya dan daya cakupnya terbatas. Misalnya pejabat daerah gubernur dll.
2. Kepemimpinan yang tidak resmi (informal leadership), yaitu kepemimpinan yang terjadi akibat pengakuan masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Pelaksanaannya didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat, keberhasilannya terletak pada untung atau ruginya mayarakat yang dipimpin, sehingga mempunyai ruang lingkup yang tak terbatas dari pemerintah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s